Nama aku Namira. Aku anak seorang dokter. Umurku 13 tahun dan hobiku ngobrol dan cerita apa ajah sama temen-temen yang sayang sama aku. Aku orangnya cerewet. Kata temen-temen aku sih. Kalau aku lagi berbicara sudah
seperti bebek yang nyari induknya. Hehehe....
“Pindah Sekolah adalah hal yang menyebalkan buat aku. Bayangin ajah sudah lima
kali aku pindah sekolah. Dari SD, sampai sekarang. Aduhh... aduhh berapa kali lagi
nih aku harus pindah sekolah?.
aku pindah sekolah dari derah yang satu ke daerah yang lain. Mulai dari Bogor,
Semarang, Bali, Cirebon, dan Jakarta. Maklum ajah Orang Tua aku dokter yang
sering dipindah tugaskan kemana-mana.
Sekarang sih aku sudah SMP.. Jadi, kata Nyokap Gue, Gue gak akan pindah lagi.
Karena bokap Gue gak akan dipindah tugaskan. Huhhh... Akhirnya sekarang Gue
sekolah di Jakarta.”
Ini
hari pertama masuk sekolah. Cuacanya cerah! Terlihat dari kanan kiri jalan
sekolah yang ramai oleh siswa-siswinya. Banyak yang berkomentar sekolah ini
adalah sekolah favorit di Jakarta. Betapa beruntungnya Namira. Tapi bagi Namira, Sekolah favorit atau tidak, yang penting adalah
pendidikannya. Bukan dari favorit atau tidaknya sebuah sekolah. Yang ada dipikiran Namira sekarang adalah bagaimana cara mendekatkan diri pada
lingkungan sekolah yang baru ini. Biasanya pertama kali masuk sekolah baru, mereka saling tidak bertanya. Hal itu
dikarenakan belum saling mengenal. Ini nihhh... yang sangat tidak disukai oleh
Namira.Pertama masuk sekolah baru pasti ada yang namanya MOS atau Masa Orientasi
Siswa.
“Banyak juga ya murid barunya.” Ujar Namira.
Ketika Namira mengucapkan kata-kata tersebut, disamping Namira ada seorang
cewek. Cewek itu juga adalah salah satu murid baru di SMP ini. Perawakan cewek
itu kurus kecil, berkulit putih, dan berambut panjang. Ia menimbal balik ucapan
Namira.
“Iya, murid disini dari tahun ketahun memang selalu banyak, maklum ajah namanya
juga sekolah favorit.” Timbal cewek tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar